17 17-1 17:29:43 638 Kali
TASIKMALAYA, (PR).- Pemerintah pusat akan mengalokasikan dana cadangan penanggulangan bencana untuk memenuhi kebutuhan operasional posko pasca gempa yang mengguncang Pulau Jawa, Jumat 15 Desember 2017 pukul 23.53 WIB. Dana siap pakai tersebut akan dialokasikan kepada daerah yang menetapkan status tanggap darurat pascagempa berkekuatan 6,9 SR dengan pusat 45 kilometer dari barat daya Kabupaten Tasikmalaya.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Willem Rampangilei saat meninjau lokasi terdampak bencana gempa di Kota Tasikmalaya, Sabtu 16 Desember 2017. Willem menyebutkan, kunjungannya ke Tasikmalaya mewakili pemerintah pusat meninjau lokasi yang paling serius terdampak gempa yakni Tasikmalaya dan Ciamis.
"Jadi, hari ini pemda sudah mengeluarkan status tanggap darurat. Dari status tersebut kita bisa mengeluarkan dana siap pakai. Anggaran ini untuk operasionalisasi posko, anggarannya berapa nanti kita lihat. Dari kota/kabupaten berapa, dari provinsi berapa, anggaran akan kami penuhi," ucap Willem.Â
Menurut dia, saat ini BNPB meminta pemerintah daerah untuk memprioritaskan penanganan bencana kepada masyarakat terdampak. Setelah itu, pemerintah daerah bisa fokus pemulihan infrastruktur mulai dari fasilitas umum dan fasilitas sosial seperti sekolah, masjid, dan rumah sakit.
"Sekarang pemerintah daerah sedang melakukan pendataan kerusakan. Nanti setelah didata akan diverifikasi, yang paling penting itu penanganan korban yang rumahnya rusak sehingga warga tidak bisa lagi tinggal di rumahnya. Kami minta daerah segera siapkan posko penanganan bencana," kata Willem.
Menurut Willem, hingga saat ini, BNPB belum dapat memperkirakan estimasi kerugian akibat bencana gempa bumi tersebut. Pendataan korban gempa akan terus dilakukan hingga sepekan. Data tersebut akan jadi rujukan pemerintah dalam transisi darurat untuk pemulihan.
"Pendataan bisa sampai 1-2 minggu. Sejauh ini kami baru menerima laporan 2 orang meninggal dunia akibat gempa. Di Kota Tasikmalaya ada 4 yang luka. Tetapi sudah bisa kembali ke rumah masing-masing," ucap Willem.Â
Lebih lanjut, Willem meminta masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan. Willem menyebut, akhir tahun ini, frekeunsi tingkat bencana meningkat. Mayoritas bencana didominasi oleh bencana hidrometrologi.Â
"Kalau analisis gempanya kita masih koordinasi dengan BMKG. Kami tetap mengimbau masyarakat untuk waspada, tetapi tetap jangan panik," ujar Willem.
Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman pun mengintruksikan BPBD Kota Tasikmalaya untuk segera membuat posko tanggap darurat pascabencana. Budi yang juga memantau kondisi Kota Tasikmalaya setelah bencana memastikan bantuan logistik bagi warga terdampak gempa sudah mencukupi.
"Saya sudah pantau kondisi pascagempa, di Kota Tasikmalaya yang paling parah di Tamansari dan Kawalu. Kami juga langsung bantu warga yang terluka karena gempa, bantuan logistik juga sudah diberikan," kata Budi.
Kepala BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Alfian, mengatakan bahwa posko tanggap darurat ditetapkan di Kantor BPBD Kabupaten Tasikmalaya. Pembangunan posko bencana atau posko pengungsian baru akan dilakukan Minggu 17 Desember 2017.
"Untuk saat ini warga yang rumahnya rusak berat kami arahkan untuk mengungsi di keluarga terdekat. Rata-rata memang kerusakannya ringan, jadi posko fisiknya kita fokuskan ke daerah-daerah yang paling banyak terdampak," kata Alfian.
Selain dana siap pakai dari pemerintah pusat, Alfian memastikan Pemkab Tasikmalaya juga akan menggunakan dana kebencanaan dari dana tidak terduga dalam penanganan bencana gempa.
"Untuk prosedur penggunaan dana siap pakai dari pemerintah pusat didahului dengan verifikasi data dampak gempa dulu. Dananya tidak hanya untuk mobilisasi BPBD dan operasionalisasi posko, tetapi bisa digunakan untuk stimulasi pascagempa bagi warga terdampak," kata Alfian.***
Sumber : Pikiran Rakyat
Untuk artikel ini
Desa Pulosari Menjadi Tempat Kegiatan HATP2M
date_range 02 Januari 2024
favorite 584 Kali
Visi dan Misi Calon Presiden dan Wakil Presiden
date_range 07 Desember 2023
favorite 517 Kali
Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Desa Pulosari
date_range 01 Desember 2023
favorite 551 Kali
Kades Se Kabupaten Bandung di Pesantrenkan
date_range 28 November 2023
favorite 568 Kali
Surat Edaran tentang Himbauan Larangan Gratifikasi Dari Pengguna Layanan Di Lingkungan Pemerintah Desa Pulosari
date_range 21 November 2023
favorite 516 Kali
Pernyataan Kepala Desa Pulosari tentang Tidak Ada Perangkat Desa yang Terlibat Korupsi
date_range 18 November 2023
favorite 599 Kali
Pakta Integritas Perangkat Desa dalam Pelayanan Dasar
date_range 18 November 2023
favorite 476 Kali
Apa Manfaat Kartu Keluarga (KK)?
date_range 04 Juni 2020
favorite 5.034 Kali
Pembubuhan Qr Code Pada Kartu Keluarga dan Akte Kelahiran
date_range 27 November 2019
favorite 2.681 Kali
SAKEDAP (Sistem Pelayanan Kependudukan Terpadu)
date_range 22 September 2021
favorite 2.442 Kali
Profil Wilayah Desa
date_range 29 Juli 2013
favorite 1.822 Kali
Sejarah Desa
date_range 30 April 2014
favorite 1.737 Kali
Profil Masyarakat Desa
date_range 29 Juli 2013
favorite 1.725 Kali
Artikel Khusus 17++
date_range 14 Desember 2018
favorite 1.542 Kali
Kegiatan Bina Keluarga Lansia (BKL) Ros 1 Rw 1 Kp Dangdang
date_range 19 November 2019
favorite 748 Kali
FGD Evaluasi Diklat, Wabup Dorong Rencana Tindak Bandung Seribu Kampung
date_range 27 Desember 2017
favorite 636 Kali
Himbauan Ketua TP pkk desa pulosari
date_range 31 Maret 2020
favorite 696 Kali
Peta Kawasan Rumah Tangga Miskin Desa Pulosari
date_range 02 Agustus 2019
favorite 750 Kali
Bupati Ajak Aparat Desa Progresifkan Sadar Lingkungan Hingga RT RW
date_range 18 Desember 2017
favorite 676 Kali
Renovasi Kantor Desa Tahun Anggaran 2023
date_range 14 Juli 2023
favorite 283 Kali
Tarif Tol Soroja Sesuai Hasil Lelang Investasi
date_range 12 Januari 2018
favorite 848 Kali
Belum ada agenda
| Hari ini | : | 463 |
| Kemarin | : | 1.070 |
| Total Pengunjung | : | 322.264 |
| Sistem Operasi | : | Unknown Platform |
| IP Address | : | 216.73.216.137 |
| Browser | : | Mozilla 5.0 |