rss_feed

Desa Pulosari

Jl. Cinangsi No. 01 Pangalengan
Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung Provinsi Jawa Barat , Kode Pos 40378

mail_outline pulosari@bandungkab.go.id

Hari Libur Nasional
Hari Lahir Pancasila
  • AGUS RUSMAN, S.Ip

    Kepala Desa

    Tidak Ada di Kantor
    Login Terakhir:
    30 April 2024 12:55:15
  • MAMAT PRIATNA

    Sekretaris Desa

    Tidak Ada di Kantor
    Login Terakhir:
    16 April 2024 06:58:43
  • AGUS

    Kasi Pelayanan

    Tidak Ada di Kantor
    Login Terakhir:
    22 Mei 2024 08:26:41
  • DEVI RIZALUL FIKRI

    Kasi Kesejahteraan

    Tidak Ada di Kantor
    Login Terakhir:
    20 Mei 2024 08:57:20
  • SUSAN SOMANTRI

    Kaur Keuangan

    Tidak Ada di Kantor
  • DIN MULYADI

    Kaur Perencanaan

    Tidak Ada di Kantor
  • NUR SETIAWATI

    Kaur Tata Usaha dan Umum

    Tidak Ada di Kantor
  • IMAS EWIN

    Kadus I

    Tidak Ada di Kantor
  • INDRA LESMANA

    Kadus II

    Tidak Ada di Kantor
  • SONI MUHAMAD SAFA AT

    Kadus III

    Tidak Ada di Kantor
  • AGUNG NURALIM

    Kadus IV

    Tidak Ada di Kantor
  • AYI SUTISNA

    Kadus V

    Tidak Ada di Kantor
  • AGUS GUNAWAN

    Staf Perangkat Desa

    Tidak Ada di Kantor
  • EROS ROSITA

    Pembantu Umum

    Tidak Ada di Kantor
  • HENDRA KARTIKA

    Tidak Ada di Kantor
  • DERA CITAMALA

    Tidak Ada di Kantor
  • SERDA. TATANG TARYANA

    Tidak Ada di Kantor
  • BRIPKA ANGGA WIDYA,S.Hi

    Tidak Ada di Kantor

settings Pengaturan Layar

Selamat datang di Website Resmi Desa Pulosari Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung Provinsi Jawa Barat
Bulan Ini
Kelahiran
0 Orang
Kematian
0 Orang
Masuk
0 Orang
Pindah
0 Orang
Bulan Lalu
Kelahiran
0 Orang
Kematian
0 Orang
Masuk
0 Orang
Pindah
0 Orang

0

Hari Ini

0

Kemarin

0

Minggu Ini

0

Bulan Ini

1

Bulan Lalu

40

Tahun Ini

120

Tahun Lalu

499

Total
fingerprint
Masih Tentang Citarum

17 Januari 2018 21:45:22 503 Kali

BANDUNG, JABARPROV.GO.ID — Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menegaskan, tim satgas penataan Citarum menargetkan dalam waktu 5 tahun kedepan, Citarum akan kembali bersih. Hal itu diungkapkan Luhut usai menggelar rapat dan sosialisasi penataan Citarum di Gedung Sate, Selasa (16/1).
“Kita ingin lima tahun sejak saat ini, Citarum airnya bisa diminum. Itu kita yakini dengan komitmen dan kerja semua pihak, harapan itu bisa tercapai” ungkapnya, didampingi Wagub Jabar Deddyizwar dan Menkopolhukam Wiranto.

Sebelumnya, dalam rapat dan sosialisasi yang dihadiri para kepala daerah, pengusaha dan pemegang kenijakan terkait Citarum, Luhut memaparkan kondisi Citarum terkini.

“Wajar kalau majalah Internasional menyebut Citarum sebagai sungai terkotor di dunia. Kondisinya memang seperti itu sekarang coba Anda lihat” katanya sambil menunjukan slide di 2 layar besar yang dipasang di Aula Barat Gedung Sate, tempat acara berlangsung.

“Ini akibat banyak faktor termasuk budaya masyarakat sendiri, selain pencemaran yang disengaja seperti limbah industri” jelas Luhut.

Oleh karena itu menurut Luhut, penanganan Citarum kini dikomandoi langsung pemerintah pusat agar prosesnya bisa terintegrasi.

“Dulu, semua bidang bekerja, tetapi tidak terintegrasi alias parsial. Dana kenluar cukup besar tetapi tidak menuntaakan masalah” paparnya.

Luhut menambahkan, selain penataan masalah fisik, masalah hukumnya juga akan diselesaikan, seperti pelangaran pembuangan limbah, alih fungsi lahan dan lain-lain.

“Oleh karena itu Pak Wiranto (menkopolhukam) juga hadir di sini. Karena kemungkinan banyak menyangkut masalah hukum juga” pungkas Luhut. (Pun)

Sumber Bappeda Jabar

pada artikel lain 

BANDUNG — Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, pihaknya bersama Kementerian terkait lainnya sangat serius menangani persoalan sungai citarum dan kini telah menjadi salah satu program prioritas pemerintah pusat.

Hal tersebut Ia katakan usai memimpin rapat koordinasi penanganan sungai citarum di Aula Barat Gedung Sate Bandung, Selasa (16/01/2017), yang dihadiri oleh Menko Polhukam Wiranto, Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar, para Bupati dan Walikota, Kodam III Siliwangi, Polda Jabar dan sejumlah komunitas masyarakat.

“Paling tidak lima tahun kedepan sudah semakin baik airnya dan aman untuk dikonsumsi, yang pasti harus kita mulai, kita harus konsisten makanya sosialisasi ini menjadi penting,” ujarnya.

Luhut menjelaskan, menangani persoalan sungai citarum tidak bisa diselesaikan oleh masing-masing daerah namun harus secara holistik antara pusat dan daerah. Pihaknya juga telah belasan kali mengadakan Rakor dan eksekusi di lapangan rencananya akan dilakukan pada bulan Februari nanti. Hasil pada Rakor kali ini pun akan langsung diserahkan kepada Presiden RI Joko Widodo pada Rapat Terbatas Kabinet penanganan sungai citarum di Bandung sore harinya.

“Kami juga sudah melaksanakan Rakor lebih dari sebelas kali jadi sekarang sudah waktunya kita sosialisasikan lebih jelas dan nanti sore langsung rapat kabinet terbatas dipimpin Presiden langsung untuk mengeksekusi planning ini, kita berharap Ferbruari sudah bisa eksekusi rencana ini dan kita tidak main-main dalam hal ini,” jelasnya.

Dari segi pendanaan, Luhut menyebut, bisa mencapai Triliunan Rupiah yang berasal dari APBN, APBD 10 Kabupaten/ Kota, swasta yang tidak mengikat dan dukungan internasional.

“Pendanaan kita banyak berasal dari Kementerian-kementerian terkait, daerah, hanya belum disinergikan semua cukup besar jumlahnya Triliunan Rupiah, bantuan internasional juga banyak yang nawarin tapi belum kita putuskan,” ujarnya.

Keberadaan sungai citarum yang bersih sepanjang 297 km menjadi sangat penting karena menyuplai 80% air minum penduduk Jakarta. Citarum yang memiliki luas daerah aliran sungai sepanjang 1.132.334 meter persegi ini juga mengairi lahan pertanian seluas 420 ribu hektar, pembangkit listrik tenaga air sebesar 1880 MW dan 27,5 juta jiwa masyarakat pemanfaat di Jabar dan DKI Jakarta.

Luhut berharap, masyarakat Jabar dan pelaku industri di sepanjang DAS Citarum harus betul-betul bertekad membenahi sungai citarum yang kini telah terkontaminasi limbah industri dan rumah tangga.

“Saya katakan tadi masyarakat Jabar terutama yang langsung mengalami ini harus betul-betul bertekad, apa mau nanti generasi orang Jabar yang hidup di sepanjang DAS Citarum terkontaminasi logam-logam cair itu,” ucapnya.

Sementara itu, disinggung mengenai kehadirannya dalam Rakor tersebut, Menkopolhukam Wiranto menjelaskan, walaupun kewenangan ada di Kemenko Maritim namun Ia menilai, masih banyak persoalan hukum dalam penanganan Citarum. Wiranto mengatakan, saat ini masih ada praktek-praktek pungutan liar dan para broker yang membuat air Citarum menjadi kotor taktala mereka menguasai dataran sungai.

“Saya hadir karena saya tahu bahwa masih banyak masalah hukum yang masuk dalam penanganan citarum ini, tadi dilaporkan bahwa ada perusahaan-perusahaan yang melanggar hukum, juga disitu ada palak-memalak, pungli, calo-calo, ada juga broker-broker yang membuat Citarum jadi lebih kotor lagi taktala menguasai dataran sungai kemudian menyewakan dan sebagainya, ini semua masalah hukum,” paparnya.

Di tempat yang sama Wagub Jabar Deddy Mizwar menuturkan, berbagai usaha telah dilakukan dalam menangani sungai citarum. Bahkan saat itu persoalan sampah sudah hilang secara signifikan.

“Dulu kita bisa berjalan diatas sungai melewati tumpukan sampah yang sangat tebal, Alhamdulillah saat ini sampah sudah hilang secara signifikan,” tuturnya.

Namun menurut Demiz, yang menjadi permasalahan kini adalah limbah cair dari pabrik dan limbah rumah tangga ditambah banjir yang masih sering terjadi karena alih fungsi lahan di hulu sungai. Disisi lain pihaknya juga telah melakukan pendekatan kultural dengan membangun masyarakat ecovillage sejak 2 tahun lalu di 130 Desa di sepanjang sungai citarum.

“Masalah alih fungsi lahan yang juga menciptakan banjir karena sedimentasi yang sangat tinggi ini pun perlu pendekatan dan penegakan hukum,” ujarnya.

Demiz optimistis, predikat sungai terkotor, kemudian menjadi terhitam akan segera hilang dan akan menjadi sungai terbersih minimal di Jabar.

“Kami harapkan agar dari sungai terkotor menjadi sungai terhitam dan nanti menjadi sungai yang terbersih di Jabar minimal. Saya berfikir seluruh pihak harus bekerjasama pemerintah, akademisi, komunitas, masyarakat dan juga para pengusaha yang ada di sepanjang DAS citarum.Tanpa kerja sama tidak akan optimal,” pungkas Demiz

 Bappeda Jabar

chat
Kirim Komentar

Untuk artikel ini

person
stay_current_portrait
mail
chat

reorder Peta Desa

assessment Statistik

folder Arsip Artikel


event Agenda


  • Belum ada agenda

insert_photo Galeri

account_circle Pemerintah Desa

message Komentar Terkini

contacts Media Sosial

map Wilayah Desa

Alamat : Jl. Cinangsi No. 01 Pangalengan
Desa : Pulosari
Kecamatan : Pangalengan
Kabupaten : Bandung
Kodepos : 40378
Telepon : 0
No. HP : 0
Email : pulosari@bandungkab.go.id

assessment Statistik Pengunjung

Hari ini : 119
Kemarin : 724
Total Pengunjung : 35.735
Sistem Operasi : Unknown Platform
IP Address : 34.239.158.223
Browser : Tidak ditemukan

work Jam Kerja

Hari Mulai Selesai
Senin
08:00:00 16:00:00
Selasa
08:00:00 16:00:00
Rabu
08:00:00 16:00:00
Kamis
08:00:00 16:00:00
Jumat
08:00:00 16:00:00
Sabtu
Libur
Minggu
Libur
TRANSPARANSI ANGGARAN
Sumber Data : Siskeudes
insert_chart
APBDesa 2024 Pelaksanaan

Realisasi | Anggaran

Pendapatan Desa
Rp. 1.853.000.000,00 | Rp. 4.282.118.800,00
43.27 %
insert_chart
APBDesa 2024 Pendapatan

Realisasi | Anggaran

Hasil Usaha Desa
Rp. 40.000.000,00 | Rp. 40.000.000,00
100 %
Hasil Aset Desa
Rp. 20.000.000,00 | Rp. 20.000.000,00
100 %
Dana Desa
Rp. 985.000.000,00 | Rp. 2.095.640.000,00
47 %
Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi
Rp. 156.000.000,00 | Rp. 322.020.800,00
48.44 %
Alokasi Dana Desa
Rp. 652.000.000,00 | Rp. 1.252.146.000,00
52.07 %
Bantuan Keuangan Provinsi
Rp. 0,00 | Rp. 130.000.000,00
0 %
Bantuan Keuangan Kabupaten/Kota
Rp. 0,00 | Rp. 422.312.000,00
0 %
insert_chart
APBDesa 2024 Pembelanjaan

Realisasi | Anggaran